Headline

Tak Senang di Katakan Pembohong,Ketua DPRK Tinggalkan Ruang Audensi Dengan Mahasiswa

Redaksi
Azhari Lubis
mahasiswa menempelkan poster dan spanduk di mobil dinas milik pemerintah 



Blangkejeren(alabaspos.com), Tidak terima dikatakan sebagai pembohong oleh Mahasiswa PSDKU Unsyiah saat pertemuan antara mahasiswa yang melakukan audensi ke Gedung Dewan itu Selasa 29/09/2020, Ketua DPRK Gayo Lues H.Ali Husin langsung meninggalkan acara audensi itu.


"Saya ini orang tua kalian,kalian katakan pembohong tentunya saya tidak bisa terima,saya tidak pernah berbohong biar kalian tahu, jangan seenaknya mengatakan saya pembohong" ujar Ali Husin dengan nada tinggi dan keluar dari ruangan itu.


Kejadian ini bermula ketika Ali Husin menyampaikan agar mahasiswa PSDKU Unsyiah Gayo Lues,segera mengakhiri pertemuan audensi itu,sebab kata Ali Husin saat ini DPRK sedang ada acara sidang APBK P yang akan dilaksanakan.dan berjanji menampung semua aspirasi Mahasiswa.


Usai Ali Husin menyampaikan hal itu, ketua aksi Mahasiswa Ibrahim Ariga sedikit protes, dan menyampaikan agar Wakil Rakyat memenuhi janjinya dan tidak berbohong, hal inilah yang membuat Ali Husin emosi dan meninggalkan ruangan,pertemuan tersebut dilanjutkan oleh Unsur Pimpinan lainnya Ibnu Hasim beserta Wakil Bupati H.Said Sani kemudian disepakati apa yang menjadi masalah yang dihadapi oleh Mahasiswa dan PSDKU Unsyiah, akan ditampung pemerintah daerah termasuk sisa Hibah tahun 2019 yang belum dicairkan Pemerintah Daerah sebesar Rp 4 Milyar lagi dari total hibah sebesar Rp 8 Milyar


Secara terpisah saat dikonfirmasi ketua aksi Mahasiswa Ibrahim Ariga atas sikap Ketua DPRK yang meninggalkan pertemuan audensi.mengatakan dirinya paham atas tindakan ketua DPRK itu sebagai orang, padahal kami tidak menyebut person,tetapi walaupun demikian bagi tidak ada masalah, kami akan tetap menuntut soal dana hibah bagi PSDKU Unsyiah agar dicairkan,ujarnya


Saat sidang APBK P di skore apa yang menjadi tuntutan BKM Mahasiswa PSDKU Unsyiah di Gayo Lues membuat pertemuan dengan Wakil Bupati Said Sani dan Wakil Ketua DPRK Ibnu Hasim dan menuliskan kesepakatan apa yang menjadi tuntutan mahasiswa serta menanda tanganinya.adapun tuntutan Mahasiswa yang ditanda tangani Ibrahim Ariga dari BKM PSDKU Unsyiah, Wakil Bupati Said Sani dan Wakil Ketua DPRK Ibnu Hasim antara lain.

1.Mendesak DPRK agar membuat dengar pendapat dengan menghadirkan pihak rektorat Unsyiah ,pemerintah daerah,DPRK dan Mahasiswa PSDKU Unsyiah Gayo Lues.


2. Mendesak DPRK Gayo Lues mengoptimalkan fungsi pengawasan terhadap penyaluran dana hibah pemerintah daerah kedepannya.


3. Mendesak pemerintah kabupaten Gayo Lues segera melunasi sisa dana hibah Rp 4 Milyar 2019,yang belum disalurkan.


Sedangkan diluar gedung beberapa mahasiswa membagi berbagai bentuk poster dan spanduk dengan tulisan yang mengkritik kebijakan kurang berpihak ke rakyat.dan menempelkannya di mobil dinas berplat BL.


Penulis: Azhari Lubis

Situs ini menggunakan cookies.