Headline

Diduga Dampak Pembangunan Bendungan Tungel Baru,Jembatan Gantung Baro Ambruk

Redaksi
Istimewa
Jembatan Atu Baro yang ambruk diterjang banjir 



Rikit Gaib (alabaspos com), Jembatan Gantung permanen di dusun Atu Baro Desa Penomon Jaya Kecamatan Rikit Gaib Kabupaten Gayo Lues ambruk diterjang besarnya air sungai yang mengalir dibawah jembatan tersebut yang terjadi pada 5/4/2022 akibat curah hujan yang tinggi didaerah ini.


Jembatan gantung tersebut dibangun sekitar tahun 2005 dari dana APB Aceh,dan selama ini seperti dikatakan warga jembatan itu tidak ada masalah hanya lantainya yang terbuat dari kayu yang mengalami pelapukan,dan rencananya akan direnovasi oleh pihak PUPR Gayo Lues dari dana kegiatan rutin Dinas tersebut, namun belum sempat di renovasi jembatan sudah ambruk,


Beberapa warga yang sering melintas dijembatan ini untuk pergi ke kawasan kebun mereka mengatakan sebelum dibangunnya bendungan yang hanya beberapa puluh meter dibawah jembatan yang menelan anggaran lebih dari Rp 24 Milyar tahun 2021,pondasi jembatan sudah mulai tergerus air,namun kondisinya masih aman, tapi belum ada upaya perbaikan dari pihak terkait.


Saat awak media ini memantau pembanguan bendungan beberapa bulan lalu,dan melihat kondisi jembatan gantung yang pondasinya semakin tergerus awak media ini mencoba menyampaikan kepada pihak BPBD dan rekanan untuk membronjong sedikit pondasi jembatan gantung agar aman dari gerusan air, namun pihak BPBD dan rekanan diproyek pembuatan bendungan hibah dari BPBN itu sama sekali tidak menggubrisnya. Sehingga saat air sungai banjir langsung menghantam pondasi hingg jembatan gantung atu Baro ambruk ke sungai.


Warga sekitar merasa sangat menyesalkan kepada pihak BPBD dan rekanan pembangunan bendungan yang bernama bendungan Tungel baru tersebut, seandainya disisihkan sedikit saja kawat Bronjong atau mengecor depan pondasi jembatan dipastikan jembatan gantung masih aman dari banjir.


Warga yang tidak mau disebutkan namanya menduga robohnya jembatan gantung itu,diduga kuat akibat dampak dibangunnya bendungan Tungel Baru, sebab hadirnya bendungan itu membuat aliran air sungai tidak lancar seperti biasa,karena terhalang bendungan yang berada diseparuh kawasan sungai, sehingga air menggenang dan menggerus tanah dilokasi pondasi jembatan,membuat tanah menjadi lembek dan pondasi tak mampu menahan beratnya jembatan,hingga ambruk dan tidak dapat lagi digunakan untuk lintasan penyeberangan warga.


Kepala BPBD Gayo Lues Suhaidi dan Kabid Rehab Rekonnya Mustafa saat dikonfirmasi via WA nya soal ambruknya jembatan gantung di atu Baro sama sekali tidak memberikan jawaban apapun,walaupun centang biru muncul yang mengisyaratkan bahwa mesenger wa sudah dibaca penerima.

Penulis: Azhari Lubis

Situs ini menggunakan cookies.