Headline

Anggota DPRK Gayo Lues "Penggunaan Dana Refocusing Wajib Transparan"

Redaksi
Dok Azhari Lubis
Abdul Karim Kemala Derna



Blangkejeren(alabaspos.com) Penggunaan dana refocusing yang dialokasikan sebesar 8 persen dari anggaran setiap SKPK, pemanfaatannya harus jelas dan transparan,hal ini dikatakan anggota DPRK Gayo Lues Abdul Karim Kemala Derna usai sidang paripurna penetapan hari jadi Kabupaten Gayo Lues 10/4/2021.


"Hasil rapat sebelumnya antara pihak Eksekutif dan Legeslatif diputuskan bahwa anggaran refocusing untuk masalah Covid 19, sesuai dengan keputusan Bupati sebesar 8 persen, anggaran sebanyak itu harus jelas digunakan untuk apa saja, kemana saja dialokasikan,ini semua harus transparan ke publik khususnya ke masyarakat Gayo Lues, sehingga masyarakat memahami dan mengetahui apa saja dan untuk apa saja anggaran itu,jangan ada yang ditutup tutupi, jika memang digunakan dalam menangani masalah pandemi Covid 19.arahnya sesuai dengan aturan yang ada" ujar Abudul Karim Kemala Derna.


Pernyataan Abdul Karim Kemala Derna ini,sempat didengar oleh beberapa penggiat sosial yang berada di gedung DPRK saat itu, para penggiat sosial ini.mengatakan seharusnya anggaran refocusing yang membuat anggaran setiap SKPK menciut,harus dijelaskan kepublik berapa sebenarnya dana recofusing sejak tahun 2020 lalu ditangani oleh satgas Covid 19 atau instansi terkait, apakah anggaran refocusing sudah tepat sasaran dalam penggunaannya, untuk apa saja digunakan,ini perlu penjelasan,harusnya DPRK meminta penjelasan secara terperinci dalam penggunaan anggaran recofusing itu, termasuk dari dana Provinsi dan pusat, tugas DPRK itu salah satunya adalah pengawasan termasuk pengawasan anggaran, dan aparat hukum tentunya dapat melakukan pemantauan masalah recofusing inj.apakah berjalan dengan benar atau bisa saja ada kebocoran, begitu juga dengan masyarakat diminta untuk aktif mengawasi dana refocusing inj termasuk manfaatnya.ujar penggiat sosial itu tanpa mau disebutkan namanya.

Penulis: Azhari Lubis

Situs ini menggunakan cookies.