Gayo Lues

Batas Hutan Gayo Lues Di 10 Kecamatan Akan di Trayekkan

Redaksi
Azhari Lubis /alabaspos.com
Peserta Rapat saat foto bersama 



Blangkejeren(alabaspos.com) Wakil Bupati Gayo Lues H.Said Sani pada Selasa 14/12/2021 di opp room Nusa Indah Blangkejeren membuka secara resmi rapat pembahasan trayek batas hutan Kabupaten Gayo Lues yang merupakan agenda kerja dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Aceh.


Pada sambutannya Wabup Gayo Lues ini menyampaikan antara lain tentang resam atau hukum adat mengenai lingkungan hidup yang hidup di daerah ini,selain itu tanah Ulayat yang terkait dengan tanah adat tentunya dibicarakan dalam pembahasan ini Gayo Lues dengan areal kawasan yang cukup luas bahkan terluas nomor dua di Provinsi Aceh namun hanya 1/3 wilayahnya merupakan lahan Budi daya sisanya merupakan kawasan hutan lindung hutan produksi terbatas dan kawasan taman nasional gunung leuser.sedangkan populasi penduduk Gayo Lues terus meningkat dan ini terkait dengan lahan sebagai sumber kehidupan, ini juga sangat perlu sebagai masukan pada pembahasan batas hutan, begitu juga dengan lahan yang tandus tapi masuk dalam kawasan Budi daya tidak dapat dimanfaatkan apakah ini dapat di tukar dengan kawasan subur namun masuk dalam kawasan hutan lindung, tanya Wabup Gayo Lues ini, disisi lain Wabup juga menyinggung batas wilayah yang merupakan kawasan hutan dengan Kabupaten tetangga,dimana batas wilayahnya sudah jauh masuk ke wilayah Kabupaten Gayo Lues, misalnya batas wilayah Aceh Tengah dengan Gayo Lues di ise ise dimana batas wilayah itu sudah masuk jauh ke kabupaten Gayo Lues, hal ini tentunya dapat dibicarakan dalam forum ini. Papar Said Sani.


Sedangkan dari pihak Dinas Lingkungan Hidup Aceh khususnya dari KPH XVIII Banda Aceh yang juga Kasi pengelolaan lingkungan hidup Syukur S Hut,secara terpisah menjelaskan batas wilayah hutan Gayo Lues saat ini,yang belum memiliki batas seluruh Kecamatan yang ada, kecuali kecamatan Putri Betung, inilah yang akan dilakukan kedepannya melalui dari rapat ini, soal apa yang disampaikan oleh Wakil Bupati Gayo Lues Said Sani,tentunya akan jadi masukan bagi peserta rapat, namun itu semua akan kembali pada tata ruang Kabupaten Gayo Lues, tentunya melalui usulan dari pemerintah setempat.


Syukur juga menjelaskan bahwa hasil rapat akan dituangkan dalam berita acara dan menjadi bahan kedepannya.soal tata ruang di Aceh sudah dua kali direvisi dan kawasan hutan di Gayo Lues saat ini merupakan hasil revisi kawasan tahun 2014.dan penataan batas wilayah hutan sepanjang 173.42 Km untuk fungsi kawasan hutan sepanjang 101. 81 Km.

Bisa saja kontruksi selama ini akan berubah sesuai kondisi dilapangan,misalnya ditemukan adanya pemukiman,fasilitas sosial atau lahan garapan yang bersertifikat yang terbit sebelum kawasan hutan itu ditunjuk,dan kawasan hutan di Aceh ditunjuk tahun 1982.diperbaharui tahun 2014 melalui revisi tata ruang.termasuk di Gayo Lues ini.


Mengenai hutan hak Ulayat seperti disebutkan Wabup sebelumnya, Syukur mengatakan hal itu bisa saja dilakukan pelepasannya ini dapat dikoordinasikan dengan Balai Kehutanan sosial dan kemitraan lingukangan yang berkantor di Medan Sumut,ujarnya.


Penulis: Azhari Lubis

Situs ini menggunakan cookies.